Apapun ciptaan allah, selalu diciptakan pula pasangan-pasangan. Kita paham akan indahnya masa muda dengan adanya masa tua. Kita tau manfaat keamanan setelah mengetahui pasangan kita. Pada akhirnya pemahaman terhadap hikmah pasangan akan mengantarkan kita pada kesadaran mensyukuri nikmatnya.
Hikmah agung dari keputusan allah menciptakan segala sesuatunya berpasangan, yaitu agar kita mensyukuri keberadaan pasangan tersebut. Sesungguhnya bila tanpa kehadiran pasangan tersebut, diri kita tak akan lengkap dan seimbang. Bila realita pasangan dibarengi tanpa rasa syukur, niscaya yang akan terjadi adalah, memandang pasangan adalah gangguan tuhan.
Kamus besar bahasa indonesia menyebutkan pasangan bermakna yang jadi padanan, jodoh, teman, partner,. Sedangkan jodoh bermakna orang yang cocok yang menjadi suami-istri atau pasangan hidup, atau sesuatu yang cocok sehingga menjadi pasangan.
Kita tak boleh berhenti pada menemukan pasangan saja, karena itu memang sudah hukum alam. Yang perlu dikejar adalah pasangan yang cocok atau jodoh.
Pasanganku inspirasiku (menjadi orang sukses mungkin hebat, tapi lebih hebat lagi bila diri kita menjadi mata air inspirasi yang menciptakan manusia sukses)
- Menyadari sang diri merupakan inspirasi bagi pasangan. Dengan kesadaran itu, ku posisikan diri sebagai sumber kebaikan dan kebajikan. Karena hanya sosok yang berkualitas yang mampu mencetak pasangan yang hebat.
- Kesediaan turut berjuang dan berkorban membela impian atau cita-cita pasangan.
- Mengambangkan sayap kasih agar tersedia kehangatan batin tatkala pasangan mengalami keterpurukan.
- Memberikan ide-ide, dorongan semangat dan kesempatan pada pasangan untuk menemukan energi pada dirinya.
ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﺭﺑﻨﺎ ﻫﺐ ﻟﻨﺎ ﻣﻦ ﺃﺯﻭﺍﺟﻨﺎ
BalasHapusﻭﺫﺭﻳﺎﺗﻨﺎ ﻗﺮﺓ ﺃﻋﻴﻦ ﻭﺍﺟﻌﻠﻨﺎ ﻟﻠﻤﺘﻘﻴﻦ
ﺇﻣﺎﻣﺎ
Dan orang-orang yang berkata:
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah
kepada kami istri-istri kami dan
keturunan kami sebagai
penyenang hati (kami), dan
jadikanlah kami imam bagi orang-
orang yang bertakwa
سَلاَمٌ سلام كَمِسْكِ الْخِتَامِ
BalasHapusSalam dan salam sebagai penutup yang baik
عَلَيْكُمْ أُحَيْبَابَنَا ياكِرَام
Atasmu wahai kekasih-kekasihku yang mulia
ومَنْ ذِكْرُهُمْ أُنْسُنَا فِي الظَّلاَم
Dengan mengingat mereka terdapat ketenteraman
ونُوْرٌ لَنَا بَيْنَ هذا الأَنَام
Dan cahaya bagi kami di antara manusia sejagat
سَكَنْتُمْ فُؤَادِيْ وربِّ العِبَاد
Demi Allah! Engkau bertempat dalam hatiku
وأَنْتُمْ مَرَامِي وأَقْصَى الْمُرَاد
Kamu sekelian adalah maksud dan tujuanku
فَهَلْ تُسْعِدُونِي بِصَفْوِ الْوِدَاد
Tidakkah kau berikan padaku cinta yang suci
وهَلْ تَمْنَحُوْنِي شَرِيْفَ الْمَقَام
Dan tidakkah kau berikan padaku kedudukan yang mulia
أنَا عَبْدُكُمْ يا أُهَيْلَ الْوَفَا
Aku adalah pembantumu wahai orang-orang yang mulia
وفِي قُرْبِكُمْ مَرْهَمِي والشِّفَا
Dekat denganmu adalah ubat dan kesembuhan bagiku
فلاَ تُسْقِمُوْنِي بِطُوْلِي الْجَفَا
Maka janganlah kau sakiti aku dengan berjauhan dariku
ومُنُّوْا بِوَصْلٍ ولَوْ فِي الْمَنَام
Dekatkanlah aku denganmu walau hanya dalam mimpiku
أَمُوْتُ وأَحْيَا عَلَى حُبِّكُم
Aku mati dan hidup dalam keadaan mencintaimu
وذُلِّي لَدَيْكُمْ وعِزِّي بِكُمْ
Aku merasa hina dihadapanmu, dan bersamamu aku mulia
ورَاحَاتُ رُوْحِي رَجَا قُرْبِكُمْ
Ketenteraman jiwaku adalah berharap untuk dekat dengamu
وعَزْمِي وقَصْدِيْ إِلَيْكُمْ دَوَام
Azam dan tujuanku sentiasa padamu
فَلاَ عِشْتُ إِنْ كانَ قَلْبِي سَكَنْ
Aku tak akan hidup senang jika hatiku tenteram
إلَى الْبُعْدِ عَنْ أَهْلِهِ والْوَطَن
Dengan berjauhan dari orang-orang yang bersih hati dan tanah air mereka
ومَنْ حُبُّهُمْ فِي الْحَشَا قدْ قَطَن
Atau jauh dari orang-orang yang bertempat dalam lubuk hatiku
وخَامَرَ مِنِّي جَمِيْعَ الْعظَام
Dan telah bercampur dengan seluruh badanku
إِذَا مَرَّ بِالْقَلْبِ ذِكْرُ الْحَبِيْب
Bila hati terdengar nama orang yang dikasihi
ووَادِي الْعَقِيْقِ وذَاكَ الْكَثِيْب
Dan lembah ‘Aqiq (satu lembah di Madinah) serta negeri itu
يَمِيْلُ كَمَيْلِ الْقَضِيْبِ الرَّطِيْب
Hatiku akan bergerak (kerana senang) sebagaimana dahan pokok yang bergoyang
ويَهْتَزُّ مِنْ شَوْقِهِ والْغَرَام
Dan akan bergetar kerana rindu dan cinta
لإِنْ كَانَ هَذَا فَيَا غُرْبَتِي
Kalaulah aku berjauhan darimu, aku akan merasa terasing
ويَا طُوْلَ حُزْنِي ويَا كُرْبَتِي
Alangkah sedih dan merananya aku
وَلِيْ حُسْنُ ظَنٍّ بِهِ قُرْبَتِي
Aku memiliki prasangka baik, dari itu aku dapat mendekatimu
بِذُلِّي وحَسْبِيْ بِهِ يَا غُلاَم
Dengan aku merendah dan mengharap wahai tuan
عَسَى اللهُ يَشْفِي غَلِيْلَ الصُّدُوْر
Semoga Allah mengubati hati yang sakit
بِوَصْلِ الْحَبَائِبْ وَفَكِّ الْقُيُوْد
Dengan berdekatan dengan para kekasih, juga dengan melepaskan ikatan
فَرَبِّي رَحِيْمٌ كَرِيْمٌ وَدُوْد
Sungguh Allah Maha Pengasih, Pemurah, Pemberi kasih sayang
يَجُوْدُ عَلَى مَنْ يَشَا بِالْمَرَام
Yang memberi kepada siapa yang di kehendaki-Nya
D ?? Irchamna Yaa Rabb
SELAMAT DATANG BULAN RAJAB
BalasHapusTiba saatnya umat Muslim memasuki bulan rajab (nanti pas maaghrib) yang didalamnya terdapat fadillah yang sangat besar. Bulan istimewa bulanya Allah ta’ala. Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender hijriyah. Bulan ini memiliki keistimewaan dibanding dengan bulan yang lain, diantaranya bahwa bulan rajab termasuk salah satu asyhur al-hurum, yaitu beberapa bulan yang dimuliakan. Alloh Subhanah wa Ta'ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ - التوبة : 36
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. at-Tawbah : [9] 36)
Empat bulan yang termasuk asyhur al-hurum adalah dzul qo'dah, dzul hijjah, muharam dan rajab. Penamaan empat bulan tersebut dengan asyhur al-hurum, diantaranya dikaitkan dengan keharaman perang pada bulan-bulan tersebut pada masa permulaan Islam.
Hukum haramnya berperang pada asyhur al-hurum memang sudah tidak berlaku lagi saat ini, namun kemuliaan dan keagungan empat bulan tersebut tetap terpelihara sampai hari akhir. Rosululloh Shollalloh 'Alayh wa Sallam selalu menyambut datangnya bulan rajab dengan memanjatkan do'a:
اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا في رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنا رَمَضَانَ
Ya Alloh anugerahkanlah kepada kami keberkahan pada bulan rajab dan sya'ban, dan sampaikanlah kami pada bulan ramadhan.
Dalam Musnad Imam Ahmad (1/256)
حدثنا عبد الله ، حدثنا عبيد الله بن عمر ، عن زائدة بن أبي الرقاد ، عن زياد
النميري ، عن أنس بن مالك قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل رجب قال :
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبارك لنا في رمضان وكان يقول : ليلة الجمعة غراء
ويومها أزهر
“Abdullah menuturkan kepada kami: ‘Ubaidullah bin Umar menuturkan kepada kami: Dari Za’idah bin Abi Ruqad: Dari Ziyad An Numairi Dari Anas Bin Malik, beliau berkata: ‘Jika bulan Rajab tiba Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berdoa: Allahumma baarik lana fii Rajaba wa Sya’baana Wa Ballighna Ramadhana, dan beliau juga bersabda: Pada hari Jum’at, siangnya ada kemuliaan dan malamnya ada keagungan”
..... lihat selanjutnya...***
Keagungan bulan rajab terlihat dari pahala amal kebaikan yang dilipatgandakan pada bulan mulia ini. Alloh Subhanah Wa Ta'ala menganugerahkan pahala kebaikan setiap hamba sepuluh kali lipat pada bulan-bulan yang lain, al-hasanat bi 'asyri amtsaliha. Sedangkan pada bulan rajab, setiap kebaikan dibalas tujuh puluh kali lipat, pada bulan sya'ban tujuh ratus kali lipat dan pada bulan suci romadhon seribu kali lipat. Sebagai hamba yang senantiasa mengharap ridho dan ampunan Tuhannya, seyogyanya kita memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya dan merasa rugi apabila bulan ini berlalu tanpa adanya peningkatan kebaikan.
BalasHapusNama-nama Bulan Rajab.
Salah satu dari ciri-ciri bulan Rajab ini adalah, bahwa bulan ini mempunyai nama yang sangat banyak. Sebagian ulama’ berkata bahwa bulan ini mempunyai empat belas nama yaitu: Bulan Allah , Rajab, Rajab mudhar, Munshilul asinnah, Al-Asham, Al-ashab, Munaffis, Muthahhir, Mu’alla, Muqiim, Harim, Muqasyqisy, Mubarri’, Fardun. Sebagian ulama’ menyebutkan bahwa Rajab mempunyai tujuhbelas nama seperti yang diatas ditambah dengan: Rajam, Munshillul Alat, dan
Munzi’ul Asinnah. Bulan Rajab dinamakan bulan Al Asham karena disitu tidak terdengar suara pedang. karena peperangan diharamkan di bulan ini. Baik dizaman Jahiliyah dahulu atau setelah datang masa kenabian
عن عائشة ، رضي الله عنها ، قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « إن رجب شهر الله ويدعى الأصم ، وكان أهل الجاهلية إذا دخل رجب يعطلون أسلحتهم ويضعونها ، فكان الناس يأمنون وتأمن السبل ، ولا يخافون بعضهم بعضا حتى ينقضي »
Aisyah RA, menuturkan: bahwa Rasulullah Shollalloh 'Alayh wa Sallam bersabda: ” Rajab Adalah bulan Allah Subhanahu Wa ta'alla , dan disebut dengan Al-Ashamm, kaum jahiliyah dahulu kala ketika memasuki bulan Rajab memogokkan pedang-pedang mereka dan meletakkannya (meninggalkan peperangan), sehingga orang-orangpun memberi keamanan dan jalan pun tampak aman, dan mereka tidak takut kepada yang lain sampai bulan ini habis “.
Selain itu juga dinamakan “Al-Ashab” karena disitu dituangkan segala Rahmat kepada orang-orang yang bertaubat, mengalir cahaya-cahaya kepada seluruh alam. Dinamakan dengan “Rajam” karena dibulan ini semua syetan diRajam oleh para malaikat agar tidak mengganggu para wali dan orang-orang Shaleh.
Rasulullah Shollalloh 'Alayh wa Sallam bersabda :
” رجب شهر الله ، و شعبان شهري ، و رمضان شهر أمتي ” .
“Rajab adalah bulan Allah SWT, dan Sya’ban Adalah bulan ku, sedangkan Ramadhan adalah bulan umatku “.
عن أنس بن مالك ، يقول : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « إن في الجنة نهرا يقال له : رجب ، أشد بياضا من اللبن وأحلى من العسل ، من صام من رجب يوما سقاه الله من ذلك النهر »
Anas bin malik menuturkan: “Rasulullah Shollalloh 'Alayh wa Sallam bersabda : “Sesungguhnya di Surga terdapat sungai yang disebut dengan Rajab, warnanya lebih putih daripada susu, dan lebih manis daripada madu, barang siapa berpuasa sehari di bulan Rajab maka Allah akan memberikan minum kepadanya dari sungai itu “.
..... baca keelanjutannya...***
عن أنس بن مالك ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « خيرة الله من الشهور شهر رجب ، وهو شهر الله عز وجل ، من عظم شهر رجب فقد عظم أمر الله ، ومن عظم أمر الله أدخله جنات النعيم وأوجب له رضوانه الأكبر ، وشعبان شهري فمن عظم شهر شعبان ، فقد عظم أمري ، ومن عظم أمري كنت له فرطا وذخرا يوم القيامة ، وشهر رمضان شهر أمتي ، فمن عظم شهر رمضان ، وعظم حرمته ولم ينتهكه وصام نهاره وقام ليله وحفظ جوارحه خرج من رمضان وليس عليه ذنب يطلبه الله به »
BalasHapusDari Anas bin malik, menuturkan: Rasulullah Shollalloh 'Alayh wa Sallam bersabda : ” Bulan yang paling dipilih oleh Allah Subhanahu Wa ta'alla adalah bulan Rajab, dia adalah bulan Allah Subhanahu Wa ta'alla, barang siapa mengagungkan bulan inimaka telah mengagungkan perkara Allah Subhanahu Wa ta'alla, dan barang siapa yang mengagungkan perkara Allah Subhanahu Wa ta'alla maka akan dimasukkan di Surga Na’im, dan diwajibkan untuk diberikan ridho Allah Subhanahu Wa ta'alla yang paling besar, dan bulan Sya’ban adalah bulan bulanku(bulan Rasulullah), barang siapa mengagungkan bulan ini maka telah menggungkan perkaraku, dan barang siapa mengagungkan perkaraku maka aku adalah sebagai pahala baginya dan juga sebagai simpanan pahala di hari kiyamat nanti, sedangkan bulan Ramadhan adalah bulan umatku, barang siapa yang mengagungkan bulan Ramadhan serta mengagungkan kehormatanya dan tidak menghinanya sehingga berpuasa pada siang harinya serta mendirikan malamnya, dan menjaga perbuatanya maka akan keluar dari bulan ini dalam keada’an tanpa membawa dosa yang diminta oleh Allah Subhanahu Wa ta'alla “.
Ibadah di bulan ini sangat dianjurkan karena mempunyai pahala yang sangatlah besar. Khususnya berpuasa dan Istighfar di bulan ini juga taubat dari berbagai kehilafan. di malam pertama di bulan ini do’a-do’a terijabahi maka disunahkanlah berdo’a, Rasulullah Shollalloh 'Alayh wa Sallam bersabda:
عن ابن عساكر عن أبي أمامة رضي الله عنه : ((خمس ليال لا ترد فيهن الدعوة : أول ليلة من رجب ، وليلة النصف من الشعبان ، وليلة الجمعة ، وليلة الفطر ، وليلة النحر ))
“Ada Lima malam dimana do’a-do’a di situ tidak ditolak: malam pertama di bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam jum’at, malam Idul fitri, malam idhul adha “.
Diriwayatkan bahwa Nabi Shollalloh 'Alayh wa Sallam bersabda:
من أحيا أول ليلة من رجب لم يمت قلبه إذا ماتت القلوب، وصب الله الخير فوق رأسه صبا، وخرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه، ويشفع لسبعين الفا من أهل الخطايا قد استوجبوا النار
Barangsiapa menghidupkan malam pertama bulan rajab maka ia tidak akan mati hatinya ketika hati-hati yang lain mati, Alloh akan menyiramkan kebaikan di atas kepalanya, ia akan keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari dilahirkan oleh ibunya, dan akan dapat memberi syafa'at bagi tujuh puluh ribu ahli dosa yang seharusnya menjadi ahli neraka.
..... baca keelanjutannya...***
Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Shollalloh 'Alayh wa Sallam bersabda:
BalasHapusألا إن رجب شهر الله الأصم، فمن صام منه يوما إيمانا واحتسابا استوجب عليه رضوان الله الأكبر، ومن صام يومين لا يصف الواصفون من أهل السماء والأرض ما له عند الله من الكرامة، ومن صام ثلاثة أيام عوفي من كل بلاء الدنيا وعذاب الآخرة والجنون والجذام والبرص ومن فتنة الدجال، ومن صام سبعة أيام غلقت عنه سبعة أبواب جهنم، ومن صام ثمانية أيام فتحت له ثمانية أبواب الجنة، ومن صام عشرة أيام لم يسأل من الله شيئا إلا أعطاه إياه، ومن صام خمسة عشر يوما غفر الله تعالى ذنوبه ما تقدم وبدله بسيئاته حسنات، ومن زاد زاد الله اجره
Ingatlah, bahwa rajab adalah bulan Alloh yang tuli, barangsiapa berpuasa pada bulan tersebut satu hari karena iman dan mengharap ridho Alloh, maka ia berhak mendapat keridhoan Alloh. Barangsiapa berpuasa selama dua hari, maka penduduk langit dan bumi tidak akan mampu menggambarkan kemuliaan orang tersebut di sisi Alloh. Barangsiapa berpuasa selama tiga hari, maka ia dipelihara dari setiap bala dunia dan siksa akhirat, dipelihara dari gila, lepra, penyakit barosh, dan dipelihara dari fitnah dajjal. Barangsiapa berpuasa selama tujuh hari, maka tertutup baginya tujuh pintu neraka. Barangsiapa berpuasa selama delapan hari, maka terbuka baginya delapan pintu sorga. Barangsiapa berpuasa selama sepuluh hari, tidaklah ia memohon sesuatu melainkan Alloh akan memberikannya. Barangsiapa berpuasa selama lima belas hari, maka Alloh akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan mengganti keburukannya dengan kebaikan. Barangsiapa yang menambah maka Alloh akan menambahkan pahalanya.
Diriwayatkan dari Tsawban bahwa ia berkata: Kami bersama dengan Nabi Shollalloh 'Alayh wa Salaam melewati sebuah pemakaman, kemudian Nabi berhenti dan menangis lalu berdo'a kepada Alloh. Aku berkata kepadanya "kenapa Engkau menangis wahai Rosululloh?" Rosul bersabda "Wahai Tsawban, mereka sedang mendapat siksa dalam kuburnya, aku berdo'a bagi mereka maka Alloh pun meringankan siksa mereka". Lalu Rosululloh Shollalloh 'Alayh wa Sallam bersabda " wahai Tsawban, seandainya mereka berpuasa satu hari pada bulan rajab dan tidak tidur pada satu malam, niscaya mereka tidak akan mendapat siksa kubur". Aku berkata "ya Rosulalloh, apakah berpuasa satu hari dan qiyamul layl satu malam pada bulan rajab dapat menghalangi siksa kubur?" Rosululloh Shollalloh 'Alayh wa Sallam bersabda "wahai Tsawban, demi Alloh yang telah mengutusku sebagai nabi dengan kebenaran, tidaklah seorang muslim laki-laki maupun perempuan berpuasa satu hari dan qiyamul layl satu malam pada bulan rajab dengan mengharap ridho Alloh, melainkan Alloh akan mencatat baginya sebagai ibadah satu tahun, siangnya ia berpuasa dan malamnya melaksanakan qiyamul layl".
Baginda Nabi menyebut bulan ini dengan syahr Alloh (bulan Alloh), Beliau menjelaskan bahwa rajab mempunyai keistimewaan dari sisi taubat, pada bulan ini Alloh Subhanah wa Ta'ala telah menerima taubat para nabi beserta orang-orang yang dikasihi-Nya. Nabi Shollalloh 'Alayh wa Sallam besabda:
أكثروا من الإستغفار في شهر رجب فإن الله تعالى في كل ساعة منه عتقاء من النار
Dan Muasih buanyaklagi keutamaanya...Walaupun Saudara kita (golongan kiri) menyatakan Tidak ada dasar amaliayah bulan /mungkin lemah ,...Sebagai motivasi kita untuk beramal lebih baik (fadho'il 'amal),,,,
Walloh a'lam bish-showab
..... baca keelanjutannya...***
Referensi:
BalasHapus- al-Adzkar an-Nawawiyah
- Durroh an-Nashihin
- Nuzhatul Majalis wa Muntakhob an-Nafa'is
- Al-Haj al-Syaikh ‘Abbas al-Qumi, Mafatih al-Jinan
* Amalan yang di anjurkan yaitu :
- membaca Subhaanalhayyil qoyyum سُُُبْحَانَ الْحَيِّّ الْقَيُومْ
100x (seratus kali) pada malam tanggal 1 sampai tanggal 10 rojab.
- membaca سُُُبْحَانَ اللهِ الّرَؤُوفْ
(Subhaanallahi rrouf) dibaca dari tanggal 11 sampai 20 sebanyak (100x).
- membaca سُُُبْحَانَ الله الا حَدِالصََّمَدْ
(Subhaanallahil ahadisshomad)
sebanyak (100x)pada tgl 21 sampai 30 .
- dll,,
Semoga Manfaat !
Maafin k2 ya D??
Tambahan .....:
BalasHapusAmaliyah di Bulan Rajab
Selain sebagai bulan Allah, sebagaimana disabdakan Rasulullah, ulama juga menyebut Rajab sebagai bulan taubat atau bulan istighfar. Terutama pada malam pertama bulan Rajab, yang disebut-sebut Rasulullah sebagai malam ketika doa tidak akan tertolak.
Beliau bersabda (yang artinya) :
“Ada lima malam yang jika digunakan untuk berdoa tidak akan tertolak: malam pertama bulan Rajab, malam pertengahan bulan (nishfu) Sya’ban, malam Jum’at, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.” (Imam Suyuthi dalam Al-Jami’ menyebutkan hadits tersebut riwayat ibnu ‘Asakir dari Umamah RA).
Bacaan terbaik di bulan Rajab adalah Sayyidul Istighfar, penghulu doa permohonan ampunan, atau doa-doa taubat lain yang banyak terdapat dalam Al-Quran. Baik juga membaca doa-doa permohonan ampunan yang diajarkan para sahabat Nabi dan ulama salaf yang terdapat dalam kitab-kitab mu’tabar. Seperti Istighfar Syaikh Abdul Qadir Jailani yang terdapat dalam kitab Al-Ghunyah, Istighfar Rajab-nya Sayyid Hasan bin Abdullah Ba’alawi, dan shalawat taubat yang dikarang oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
Biasanya para ulama yang mengajarkan doa-doa taubat juga menerangkan keutamaannya. Syaikh Abdul Hamid Al-Qudsi, seorang ulama yang mengajar di Masjidil Haram, misalnya, dalam kitabnya, Kanzun Najah was Surur menjelaskan, bahwa Imam Wahb bin Munabbih berkata : “Barang siapa membaca ‘Allahummaghfir li warhamni wa tub’alayya, (Ya Allah ampunilah hamba, sayangi hamba, dan terimalah taubat hamba) tujuh puluh kali pagi dan sore, tubuhnya tidak akan tersentuh api neraka.”
Amaliah lain yang dianjurkan di bulan Rajab adalah berpuasa. Paling sedikit satu hari, yakni di hari pertama. Puasa dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulia lainnya, hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah Al-Bahiliyah dari ayahnya , Rasulullah Bersabda,(yang artinya):
“Berpuasalah kalian pada bulan-bulan haram atau tinggalkan (puasa).” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Sedangkan kita sudah mengetahui bahwa Rajab termasuk bulan-bulan haram (Al Asyhurul Hurum). Maka hadits tersebut diatas secara umum juga menunjukkan kesunnahan puasa di bulan Rajab.
Diriwayatkan pula dari Abu Qilabah, seorang pembesar Tabi’in, beliau berkata, “Di surga terdapat sebuat istana yang diperuntukkan bagi orang-orang yang puasa di bulan Rajab”. Perihal Abu Qilabah, Imajm Baihaqi berkata, “Beliau adalah pembesar Tabi’in, tidaklah beliau menyampaikan sesuatu kecuali karena mendengar generasi diatasnya (para sahabat)”.
Maka dari itu tersebutlah beberapa ulama salaf yang melakukan puasa Rajab sebulan penuh seperti Imam Abdullah bin Umar, Hasan Al Bashri, Abu Ishaq As Sabi’iy dan lainnya.
Lain lagi dengan Imam Ahmad bin Hambal dan Yahya bin Sa’id Al Anshori beliau tidak menyukai berpuasa sebulan penuh dalam Rajab karena ada keterangan dari sahabat Abdullah bin Abbas bahwa beliau tidak senang jika Rajab dipakai puasa sebulan penuh. Oleh karenanya untuk menghindari hal tersebut, kata Imam Ahmad bin Hambal : “Hendaknya seseorang tidak puasa satu atau dua hari di bulan Rajab”.
Hal ini rupanya sejalan dengan pendapat Imam Asy Syafi’I, beliau berkata : “Aku tidak suka jika seseorang berpuasa sebulan penuh seperti dia berpuasa Ramadhan. Alasannya adalah jangan sampai perbuatannya tadi diikuti oleh masyarakat awam (yang jahil) sehingga dikhawatirkan mereka akan menyangka bahwa hal itu hukumnya wajib. Dan akan hilang kemakruhan mengkhususkan Rajab dengan puasa tersebut, jika digabung dengan puasa sunnah lainnya, seperti berpuasa Rajab sebulan penuh dan dilanjutkan dengan puasa Sya’ban. (maka yang demikian tidaklah makruh)”.
Hadist lainnya diriwayatkan An-Nasa’i dan Abu Dawud, yang dishahihkan oleh Ibnu Huzaimah, “Usamah berkata pada Nabi SAW, ‘Wahai Rasulullah, saya tak melihat Baginda melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang dalam bulan Sya’ban’.
..... baca keelanjutannya...*******
BalasHapusRasulullah menjawab, “Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.”
Menurut Al-Syaukani, dalam kitab Naylul Authar bab puasa sunnah, ungkapan Nabi “Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang sering dilupakan kebanyakan orang” itu secara tersirat menunjukkan, pada bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa.
Hadist lain yang menerangkan keutamaan bulan Rajab, antara lain, Imam Ath-Thabarani meriwayatkan dari Sa’id bin Rasyid, Rasulullah SAW bersabda, (yang artinya):
“Barang siapa berpuasa sehari di bulan Rajab, laksana ia puasa setahun. Bila berpuasa tujuh hari, ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka Jahannam. Bila berpuasa delapan hari, dibukakan untuknya delapan pintu surga. Bila berpuasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya…”
Ada lagi riwayat lain, “Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa berpuasa sehari pada bulan Rajab, ia akan dikaruniai kesempatan minum dari sungai tersebut.”
Meski begitu, menurut Imam Suyuthi dalam al-Haawi lil Fataawi, hampir semua hadist tentang puasa Rajab tersebut berstatus Dha’if (kurang kuat). Akan tetapi hadits dha’if sebagaimana disepakati Ulama ahli hadits, dapat digunakan untuk memotivasi diri dalam fadhailul A’mal (mengerjakan amal-amal kebajikan), selagi tidak terlalu berat ke-dha’ifan-nya atau tidak ada dalam sanadnya seorang rawi yang suka berdusta atau dituduh suka berdusta.
Ada lagi satu amaliyah yang hendaknya kita ikuti dari Rasulullah, yaitu berdoa di bulan Rajab sebagaimana telah beliau ajarkan. Dari sahabat Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah Saw jika telah memasuki bulan Rajab beliau banyak berdoa: Allahumma baarik lana fii Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadhan (yang artinya : Ya Allah berikanlah keberkahan buat kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan).
As Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki dalam kitabnya Dzikrayat wa Munasabat berkata, “ Hadits diatas adalah dalil dianjurkannya berdoa agar kita tetap hidup sehingga mendapati saat atau waktu yang mulia agar dapat memantapkan amal soleh pada waktu-waktu tersebutr. Sebab si mukmin tidak akan bertambah umurnya kecuali amal kebaikannya pun ikut bertambah. Sedangkan menurut Rasulullah Saw ‘Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan banyak kebajikan amalnya’. Bahkan banyak dari salaf pendahulu kita mereka menginginkan agar meninggal dunia, menghadap kepada Allah setelah melakukan amal soleh seperti puasa atau sepulang dari Haji “.
Mudah-mudahan kita semua diberkati di bulan mulia ini dan disampaikan kepada bulan-bulan mulia berikutnya dalam keadaan sehat afiat, dilingkupi taufiq dan hidayah-Nya. Amin