Jumat, 13 April 2012


Jangan engkau puja puji kami bila pujianmu hanyalah janji-janji yang tak menentu. Hanya membuatku terlena dan terbuai hingga kami lupa bahawa kita sedang bermaksiat.
Kau puji diriku,tapi kau hanya ingin membuatku tersenyum dan makin terbuai rayuanmu. Tidak.. tidak akhi, kami ingin kau puji setelah kau halal bagiku.

Tak akan kami langgar iffah ku dengan ajakan khalwat dari mu.
Engkaupun sebenarnya tahu, hal itu hanya akan menimbulkan badai kelabu yang membuat kita tak berdaya kerana pihak ketiga yang tak lain syaitan yang ada di dekat kita.

Jagalah sikapmu pada kami, maka akan kami jaga sikapku padamu,kami lemah akan sanjunganmu. Kecintaan ini ingin kami persembahkan kelak untuk suami, cinta nan kasih ini yang akan kami tuai untuk mencari ke redhaan suami kelak.
Jadi bagaimana mungkin kami mencinta pada hal yang tidak halal bagi kami, tentu Allah tak akan pernah ridha pada kami.

Jilbabku untuk melindungi kehormatan kami, santun kami untuk menjaga iffah . Jangan kau lenakan kami agar kami lepas kan kehormatan di hadapanmu sebelum engkau halal bagi kami.
Kami ingin engkau ikut menjaga kehormatan kami dengan menjaga kami, bukan malah membawa pada kenistaan. Agar kau mampu menjaga kami secara utuh,

Kami memang tak sesempurna Aisyah dalam kecerdasannya ataupun Fatimah dengan kelembutannya. Tapi kami akan berusaha cerdas layaknya Aisyah dalam naunganmu dan kami akan berusaha selembut Fatimah dalam menenangkanmu.

Kau memang tak sehebat Ali ataupun sekuat Umar, tetapi kau akan menjadi hebat seperti Ali ketika kau menjaga kami dalam kelemahan kami dan kau akan sekuat Umar agar kami tidak selalu menjadi tulang yang bengkok.
Kami memerlukan imam yang boleh menjaga keimanan, bukan yang mebawa kami pada jurang maksiat.

Sungguh, kami memang tidak mampu menahan kala kami jatuh hati,tetapi kami tak akan mempertaruh pesona kami hanya kerana cinta yang menuntut nafsu pada keramahan syaitan pada kami. Bukanlah jatuh cinta bila kau ajak kami pada kemaksiatan.
Bila kau memang jatuh cinta pada kami, jangan kau bebankan deritamu pada hati yang akan menuntutmu untuk berbuat nista. Izinkan kami menjaga hatimu, agar kita boleh menjelang bersama JannahNya. Maka datangilah waliku akhi..
Ku tunggu pinanganmu.. :)

“Wahai jika engkau memiliki cinta
Dan telah terdorong dengan kerinduan
Maka anggaplah jarak perjalanan itu dekat
Kerana kecintaan dan kerelaanmu pada penyeru
Ketika mereka menyeru,
Maka katakanlah, kami penuhi panggilanmu.
Seribu kali dengan sempurna
Janganlah kau berpaling
Hanya kerana melihat gerimis Jika engkau melihatnya..” – ( Fii Zilalil Mahabbah )


“Dalam malam yang dingin..
Ku tatap dinding nan sepi..
Pilu menggema dalam hati..
Terjerumus dalam belaian mati
yang mulai mengajakku pergi..

Badan terasa kaku kerana memikirkanmu..
Mulut tak dapat bicara jiwa-jiwa bersama dengan doa ku..
Agar kembali semula hati dan fikiran bersatu..
Untuk selalu ingat dirinya dalam fikiranku..

Ku jalani walau terasa sakit..
Walau dada ini terasa menghimpit..
Tak dapat memeluk tuk hilangkan rasa rindu..
Tak dapat mencium karena bukan milikku..

Kerinduan dan cinta ku pendam..
Perlahan mulai kelam..
Kepedihan slalu membara dihati..
Sampai bila ku tahan rasa ini..

Sukar sekali rasanya terucap…
Hanya sehelai kertas segalanya ku curahkan..
Untuk sebuah ungkapan yang tak tersampaikan..
Senang sedih dan luka dihati..

Kerana cintamu, aku sangat berarti..”

Jadilah yang setia dalam ketidaksempurnaan

Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna,, tapi menerima pasangan kita dengan sempurna,,,

Ini memang bukan kisah cinta sempurna,, 
Tetapi kisah dua anak manusia yang belajar menyempurnakan cinta,,,

Belajar memberi,, menerima,, dan memperbarui cinta,, 
Hingga mereka menutup mata,,,

Ingatlah,, 
jika kau mencari kesempurnaan,, 
Maka nihil yang akan kau dapatkan,,,

Jika hidup kita terasa tak indah maka tugas kita adalah membuat hidup kita menjadi indah,,,

Bahagia itu datang dari diri sendiri bukan dari keadaan,,
Jadikan bahagia sebagai alasan hidup kita,,,

Cinta Adalah Karunia dari yg Maha Kuasa,, 
Dan kita lah yang akan menjaga&merawat nya,,,

Memberi dan menerima dengan sepenuh hati,, Adalah cerminan dari rasa cinta,,,

Kecantikan seorang perempuan akan semakin bersinar ketika ia mengerti arti mengasihi,, dan menyempurnakan hidupnya yang tak sempurna,,,

Jadilah yang setia dalam ketidaksempurnaan...

Dan (Dialah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Anfal: 63)

Selasa, 10 April 2012

analisis kesalahan berbahasa


BAB II
PEMBAHASAN
Faktor afiksasi memegang peranan penting dalam pemakaian bahasa Indonesia, khususnya dalam segi pembentukan kata. Menurut posisinya, afiks atau imbuhan bahasa Indonesia terbagi atas tiga jenis imbuhan, jenis awalan, akhiran, dan sisipan. [1]
Bentuk-bentuk awalan menduduki posisi awal kata. Awalan yang tinggi frekuensi pemakaiannya yaitu: awalan meng-, ber-, pe-, ber-, di-, ke-, ter-, dan se-. Di antara awalan itu di samping ada yang memiliki bentuk yang tetap, terdapat pula yang mengalami bentuk perubahan bunyi. Hal itu tidak menutup kemungkinan para pemakai bahasa Indonesia dalam melakukan kesalahan mengucapkan bentuk-bentuk tersebut. Kesalahan lainnya dapat terjadi dalam segi fungsi awalan itu, baik dalam segi gramatikalnya maupun semantisnya.
Akhiran bahasa Indonesia yang produktif yaitu akhiran an, kan, dan i. Akhiran ini tidak mengalami perubahan bentuk. Tetapi dalam segi  fungsinya, banyak pemakai bahasa Indonesia yang melakukan kesalahan menggunakan akhiran ini. Tataran bahasa bisa meliputi fonologi, morfologi.[2]
Kesalahan berbahasa bidang morfologi dapat dikelompokkan menjadi kelompok
·         Afiksasi
o   kesalahan berbahasa karena salah menentukan bentuk asal.
SALAH
BENAR
-himbau
-trap
-Lanjur
-lunjur
-telor
-imbau
-terap
-anjur
-unjur
-telur

o   fonem yang seharusnya luluh dalam proses afiksasi tidak diluluhkan.
KTSP (luluh)
SALAH
BENAR
-mentabrak
-mentertawakan
-mentendang
-mentumis
-mentumbuk
-menabrak
-menertawakan
-menendang
-menumis
-menumbuk

o   fonem yang seharusnya tidak luluh dalam proses afiksasi justru diluluhkan.
SALAH
BENAR
-memitnah
-Memotokopi
-Memilemkan
-memasihkan
-memfitnah
-memfotokopi
-memfilemkan
-memfasihkan

o   penulisan klitika yang tidak tepat, penulisan kata depan yang tidak tepat, dan penulisan partikel yang tidak tepat
·         Reduplikasi
o   kesalahan berbahasa disebabkan kesalahan dalam menentukan bentuk dasar yang diulang. Misalnya bentuk gramatik mengemasi diulang menjadi mengemas-kemasi yang seharusnya mengemas-ngemasi
o   kesalahan berbahasa terjadi karena bentuk dasar yang diulang seluruhnya hanya sebahagian yang diulangi. Misalnya bentuk gramatik kaki tangan diulang menjadi kaki-kaki tangan yang seharusnya diulang seluruhnya, yakni kaki tangan-kakitangan
o   kesalahan berbahasa terjadi karena menghindari perulangan yang terlalu panjang. Misalnya bentuk gramatik orang tua bijaksana diulang hanya sebahagian yakni, orang-orang tua bijaksana. Seharusnya perulangannya penuh, yakni orang tua bijaksana-orang tua bijaksana
·         Gabungan kata atau kata majemuk.
o   Gabungan kata yang seharusnya serangkai dituliskan tidak serangkai, misalnya matahari (serangkai) dituliskan tidak serangkai, yakni mata hari
SALAH
BENAR
-bumi putra
-segi tiga
-sapu tangan
-darma wisata
-Suka rela
-bumiputra
-segitiga
-saputangan
-darmawisata
-sukarela

o   kata majemuk yang seharusnya ditulis terpisah, sebaliknya ditulis bersatu. Misalnya kata majemuk yang ditulis bersatu ini rumahsakit, tatabahasa, dan matapelajaran seharusnya ditulis terpisah seperti berikut rumah sakit, tata bahasa, dan mata pelajaran.
SALAH
BENAR
tanganbesi
tangandingin
tanganhampa
-tangan besi
-tangan dingin
-tangan hampa

o   kata majemuk yang sudah berpadu benar kalau diulang seluruhnya harus diulang. Ternyata dalam penggunaan bahasa hanya sebahagian yang diulang. Misalnya, segi-segitiga, mata-matahari, dan bumi-bumiputra dituliskan secara lengkap menjadi segitiga-segitiga, matahari-matahari, dan bumiputra-bumiputra.
1) Perulangan seluruhnya.
Salah                                       Benar
besar-besar kecil          besar kecil - besar kecil
biji-biji mata                biji mata - biji mata
buah-buah hati                        buah hati - buah hati
harta-harta benda        harta benda - harta benda
kaki-kaki tangan          kaki tangan - kaki tangan
2) Perulangan sebahagian
Tak Salah (kurang ekonomis)                        Benar (lebih ekonomis)
abu gosok - abu gosok                                    abu - abu gosok
alat ukur - alat ukur                                         alat - alat ukur
cincin kawin - cincin kawin                            cincin - cincin kawin
hutan bakau - hutan bakau                              hutan - hutan bakau
ikat kepala - ikat kepala                                  ikat - ikat kepala
3) Lebih dianjurkan perulangan sebahagian
Tidak Dianjurkan
rumah sakit jiwa - rumah sakit jiwa
kereta api cepat - kereta api cepat
tanah tumpah darah - tanah tumpah darah
tukang bubur ayam - tukang bubur ayam
wakil kepala bagian - wakil kepala bagian
Dianjurkan
rumah - rumah sakit jiwa
kereta - kereta api cepat
tanah - tanah tumpah darah
tukang - tukang bubur ayam
wakil - wakil kepala bagian
o   proses prefiksasi atau sufiksasi dianggap menyatukan penulisan kata majemuk yang belum padu. Misalnya proses afiksasi ber- pada kata majemuk bertanggungjawab seharusnya ditulis bertanggung jawab
Kata Majemuk Berafiksasi
1) Kata Majemuk Berawalan
Salah                                                               Benar
beraducepat                                                     beradu cepat
beralihnama                                                     beralih nama
menganaksungai                                              menganak sungai
dicacimaki                                                       dicaci maki
dicampuraduk                                                             dicampur aduk
pencucigudang                                                pencuci gudang
2) Kata majemuk berakhiran
Salah                                                               Benar
anakasuhan                                                      anak asuhan
anakdidikan                                                    anak didikan
ayamaduan                                                      ayam aduan
bebashambatan                                                bebas hambatan
binaragawan                                                    bina ragawan
Kata Majemuk dengan Gabungan Afiks dan Sufiks
Salah                                                               Benar
dianaktirikan                                                   dianaktirikan
dianak-tirikan
dihancur leburkan                                           dihancurleburkan
dihancur-leburkan
dialih bahasakan                                              dialihbahasakan
dialih-bahasakan
dibagi ratakan                                                             dibagiratakan
dibagi-ratakan
pemberi tahuan                                                pemberitahuan
pemberi-tahuan










BAB III
KESIMPULAN

Faktor afiksasi memegang peranan penting dalam pemakaian bahasa Indonesia, khususnya dalam segi pembentukan kata. Bentuk-bentuk awalan menduduki posisi awal kata. Awalan yang tinggi frekuensi pemakaiannya yaitu: awalan meng-, ber-, pe-, ber-, di-, ke-, ter-, dan se-. Akhiran bahasa Indonesia yang produktif yaitu akhiran an, kan, dan i.
Kesalahan berbahasa bidang morfologi dapat dikelompokkan menjadi kelompok
v  afiksasi
v  reduplikasi
v  gabungan kata atau  kata majemuk


















DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Tarigan, Guntur H. (1997). Analisis Kesalahan Berbahasa. Jakarta: Depdikbud


[1] Alwi, Hasan.Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.2003.hal 24
[2] http://gemasastrin.wordpress.com/2009/06/14/analisis-kesalahan-berbahasa/